Kamis, 02 Desember 2010

Kamis, Desember 02, 2010

Tugas-tugas Kaum Proletariat Dalam Revolusi Sekarang Ini

Oleh : Vladimir Illich Lenin 
Diterbitkan: 7 April 1917, dalam majalah Pravda No. 26
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Pelita Utami (Juli 1998) dari teks dalam Marxists’ Internet Archive

Saya tidak sampai di Petrograd hingga malam hari tanggal 3 April, dan karena itu dalam pertemuan pada tanggal 4, saya, tentu saja, akan mengantarkan laporan mengenai tugas-tugas proletariat revolusioner hanya atas nama saya sendiri, disertai dengan beberapa reservasi mengenai persiapan yang kurang.
Satu-satunya hal yang dapat saya lakukan untuk membuat segala sesuatu lebih mudah bagi diri saya sendiri –dan bagi lawan-lawan yang jujur– adalah mempersiapkan tesis-tesis dalam bentuk tulisan. Saya membacakannya dan memberikan teks tersebut pada Kamerad Tsereteli. Dua kali saya membacakannya dengan amat perlahan: pertama di sebuah pertemuan kaum Bolshevik dan yang kedua dalam sebuah pertemuan yang dihadiri baik kaum Bolshevik maupun Menshevik.
Saya menerbitkan tesis-tesis pribadi ini hanya dengan catatan penjelasan yang paling singkat, yang dikembangkan dalam detil yang jauh lebih luas dalam laporan.
TESIS-TESIS
1. Dalam kebiasaan kita menghadapi perang, di mana di bawah pemerintahan baru dari Lvov dan rekan-rekan, secara tak dapat disangkal di atas bagian Rusia di mana tetap bertahan sebuah perang imperialis yang ganas yang berhutang pada sifat dasar kapitalis dari pemerintahan itu, tak diperkenankan secuilpun kelonggaran tehadap “defencisme [i] revolusioner” Proletariat yang berkesadaran-kelas dapat memberikan persetujuannya atas perang, yang akan sungguh-sungguh membenarkan defencisme revolusioner, hanya atas syarat: (a) bahwa kekuasaan di tangan kaum proletariat dan lapisan-lapisan termiskin dari buruh tani bersekutu dengan kaum proletariat; (b) bahwa semua penggabunggan tersebut diturunkan dalam perbuatan dan bukan dalam kata-kata; (c) bahwa dalam fakta aktual dilakukan sebuah pemutusan hubungan sepenuhnya dengan semua kepentingan kaum kapitalis.
Mengingat kejujuran yang tak diragukan dari golongan-golongan luas massa penganut defencisme revolusioner itu, mereka yang menerima perang hanya sebagai sebuah keharusan dan bukan sebagai cara penaklukan; mengingat pada fakta bahwa mereka diperdayakan oleh kaum borjuis, adalah perlu dengan ketelitian sempurna, ketekunan dan kesabaran untuk menerangkan kekeliruan pada mereka, menjelaskan hubungan yang tak dapat dipisahkan antara kapital dan perang kaum imperialis, dan untuk membuktikan bahwa tanpa menumbangkan kapital adalah mustahil untuk mengakhiri perang dengan sebuah perdamaian demokratis yang jujur, sebuah perdamaian yang tidak dijatuhkan oleh kekerasan. Kampanye yang paling tersebar luas bagi pandangan ini harus diorganisir oleh ujung tombak lapangan.
Pergaulan yang bersahabat.
2. Gambaran spesifik mengenai situasi Rusia saat ini adalah bahwa negara ini sedang melewati tahap pertama revolusi –yang, disebabkan kurangnya kesadaran-kelas dan organisasi kaum proletariat, menempatkan kekuasaan di tangan kaum borjuis– menuju tahapannya yang kedua, yang harus menempatkan kekuasaan di tangan kaum proletariat dan golongan-golongan termiskin dari kaum tani. Di satu sisi, transisi ini terkarakterisasi, oleh maksimumnya hukum-hukum yang diakui secara legal (sekarang Rusia adalah yang paling bebas dari semua negara yang terlibat perang di seluruh dunia); di sisi lainnya, oleh tiadanya kekerasan terhadap massa, dan terakhir, transisi ini terkarakterisasi oleh kepercayaan mereka yang tak beralasan terhadap pemerintahan kaum kapitalis, yang merupaka musuh-musuh terburuk dari perdamaian dan sosialisme.
Situasi yang ganjil ini menuntut kepada kita sebuah kemampuan untuk mengadaptasikan diri kita kepada kondisi-kondisi spesial dari kerja Partai di antara tumpah ruah massa proletar, yang belum pernah terjadi sebelumnya, massa yang baru saja tergugah bangun terhadap kehidupan politik.
3. Jangan dukung Pemerintahan Sementara; kepalsuan penuh dari semua janji-janjinya harus dibuat jadi terang, khususnya janji-janji yang berhubungan dengan penolakan aneksasi. Bukakan di tempat yang tak dapat dimaklumi, kembangbiakkan ilusi “tuntutan” bahwa pemerintahan ini, sebuah pemerintahan kaum kapitalis, akan berhenti (sebagai pemerintahan kapitalis) untuk kemudian menjadi sebuah pemerintahan imperialis.
4. Kenali fakta bahwa dalam bagian terbesar Soviets of Workers’ Deputies [ii], Partai kita adalah dalam sebuah minoritas, sejauh ini adalah sebuah minoritas kecil, sebagai lawan sebuah blok dari seluruh elemen oportunis borjuis kecil, dari sosialis populer dan sosialis revolusioner turun menjadi Komite Pengorganisasian (Chkheidze, Tsereteli, dll.), Steklov, dll., dll., yang telah menyerah pada pengaruh kaum borjuis dan menyebarkan pengaruh tersebut di antara kaum proletar.
Massa harus dibuat melihat bahwa Soviets of Workers’ Deputies (SWD) adalah satu-satunya bentuk yang mungkin dari pemerintahan revolusioner, dan karena alasan itu tugas kita adalah, selama pemerintahan ini menyerah kepada pengaruh kaum borjuis, menghadirkan sebuah penjelasan yang sabar, sistematis dan gigih pada massa mengenai kekeliruan-kekeliruan taktik mereka, sebuah penjelasan yang diadaptasikan secara khusus untuk kebutuhan-kebutuhan praktis massa ini.
Selama kita masih berada dalam minoritas kita mengadakan kerja berupa pengkritikan dan pengeksposan kekeliruan-kekeliruan tersebut tadi, serta pada saat yang sama kita ajarkan keharusan dari pemindahan seluruh kekuasaan negara kepada SWD, maka dengannya rakyat bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka melalui pengalaman.
5. Bukanlah sebuah republik parlementer –untuk kembali dari SWD pada sebuah republik perlementer akan merupakan sebuah langkah mundur yang buruk– melainkan sebuah republik dari Soviets yang terdiri atas utusan-utusan para pekerja, buruh-buruh agrikultur, dan kaum tani, dari seluruh negeri, dari atas hingga ke bawah. Penghapusan polisi, angkatan bersenjata, dan birokrasi. [yaitu tentara yang berjaga digantikan oleh seluruh rakyat yang dipersenjatai.] Gaji dari seluruh official, yang semua dari mereka dipilih dan dapat digantikan tempatnya sembarang saat, tidak melebihi rata-rata upah dari seorang pekerja yang kompeten.
6. Titik berat penekanan dalam program agraria dialihkan pada Soviets yang terdiri atas Utusan-utusann Buruh Agrikultur.
Penyitaan terhadap semua tanah milik.
Nasionalisasi terhadap seluruh tanah di dalam negara, tanah diatur oleh Soviet-soviet lokal yang terdiri atas Utusan-utusan Buruh Agrikultur dan Kaum Tani. Organisasi terpisah Soviets yang terdiri atas Utusan-utusan dari Kaum Tani Miskin. Pendirian sebuah model pertanian di setiap tanah milik yang besar (luasnya berkisar dari 100 hingga 300 dessiatines[iii], sesuai dengan daerah dan lain-lain kondisi, dan sesuai dengan keputusan dari penyelenggara lokal) di bawah kontrol Soviets yang terdiri atas Utusan-utusan Buruh Agrikultur, dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum.
7. Penggabungan segera dari semua bank di negara menjadi sebuah bank nasional yang tunggal, dan intsitusi yang dikontrol oleh SWD.
8. Bukanlah tugas mendesak kita untuk “mengenalkan” sosialisme melainkan semata untuk membawa produksi sosial dan distribusi dari produk-produk itu secara sekaligus di bawah kontrol SWD.
9. Tugas-tugas partai:
a) Pertemuan mendesak dari kongres Partai;
b) Alterasi dari program partai, terutama:
(1) Mengenai masalah imperialisme dan perang kaum imperialis,
(2) Mengenai kecenderungan kita akan negara dan tuntutan kita terhadap sebuah “negara komune” [yaitu, sebuah negara di mana prototipenya adalah Komune Paris.];
(3) Amandemen bagi program minimum kita yang ketinggalan jaman;
c) Mengganti nama Partai [daripada nama "Sosial-Demokrasi", yang para pejabat yang menjadi pemimpin-pemimpinnya di seluruh dunia telah menghianati sosialisme dan membelot kepada kaum borjuis (para "defencist" dan para "pengikut Kautsky" yang bimbang), kita harus menyebut diri kita sendiri sebagai Partai Komunis.
10. Sebuah Internasional baru. Kita harus mengambil inisiatif dalam menciptakan sebuah Internasional revolusioner, sebuah Internasional lawan para chauvinis sosial dan lawan “Pusat”. ["Pusat" dalam gerakan Sosial-Demokrasi internasional adalah trend yang terombang-ambing antara kaum chauvinis (="para defencist") dan kaum internasionalis, yaitu Kautsky dkk. di Jerman, Longuet dkk. di Perancis, Chkheidze dkk. di Rusia, Turati dkk. di Italia, MacDonald dkk. di Inggris, dll.
Supaya para pembaca dapat mengerti mengapa secara khusus, sebagai sebuah perkecualian yang jarang, saya harus memberi penekanan terhadap “kasus” (?) mengenai lawan-lawan yang jujur saya mengundangnya untuk membandingkan tesis-tesis di atas dengan keberatan Tuan Goldenberg berikut ini: Lenin, ia (Goldenberg, pent.) bilang, “telah menancapkan panji-panji perang sipil di tengah-tengah demokrasi revolusioner” (dikutip dalam Yedinstro milik Tuan Plekhanov, No. 5)
Bukankah ini sebuah permata tulen?
Saya menulis, menyatakan dan menjelaskan secara elaborasi: “Mengingat kejujuran yang tak diragukan dari golongan-golongan luas massa penganut defencisme revolusioner … mengingat fakta bahwa mereka diperdaya oleh kaum borjuis, adalah perlu dengan kesempurnaan khas, ketekunan dan kesabaran untuk menerangkan kekeliruan pada mereka….”
Masih saja tuan-tuan borjuis yang menamai diri mereka sendiri kaum Sosial-Demokrat, mereka yang tidak dimiliki baik oleh golongan-golongan luas atau pun massa penganut defencisme, dengan tenang menekuk pandangan-pandangan saya menjadi: “Panji-panji [!] perang sipil” (semuanya tidak ada satu kata pun dalam tesis dan tak sepatah pun dalam pidato saya!) telah ditanam (!) “di tengah-tengah [!!] demokrasi revolusioner…”.
Apakah arti dari hal ini? Dengan jalan apa hal ini terbedakan dari agitasi hasutan-untuk-rusuh, dari Russkaya Volya?
Saya menulis, menyatakan dan menjelaskan secara elaborasi: ” Soviets of Workers’ Deputies (SWD) adalah satu-satunya bentuk yang mungkin dari pemerintahan revolusioner, dan karena alasan itu tugas kita adalah, selama pemerintahan ini menyerah kepada pengaruh kaum borjuis, menghadirkan sebuah penjelasan yang sabar, sistematis dan gigih pada massa mengenai kekeliruan-kekeliruan taktik mereka, sebuah penjelasan yang diadaptasikan secara khusus untuk kebutuhan-kebutuhan praktis massa ini.”
Tetap saja lawan-lawan dari cap tertentu menghadirkan pandangan-pandangan saya sebagai sebuah panggilan kepada “perang sipil di tengah-tengah demokrasi revolusioner”!
Saya menyerang Pemerintahan Sementara supaya tidak menetapkan tanggal di muka atau tanggal apa pun, untuk pertemuan dari Majelis Konstituante dan agar membatasi diri dari berjanji. Saya menentang bahwa tanpa Soviets dari Utusan-utusan para Pekerja dan Tentara, pertemuan dari Majelis Konstituante tidak terjamin dan keberhasilannya adalah mustahil.
Dan pandangan yang diatributkan kepada saya adalah bahwa saya menentang pertemuan secepatnya dari Majelis Konstituante!
Saya menamai hal-hal ini sebagai “ocehan”, puluhan tahun menjalani perjuangan politik mengajari saya untuk jujur menghargai lawan-lawan sebagai eksepsi yang jarang.
Dalam makalahnya tuan Plekhanov menamai pidato saya sebagai “ocehan”. Bagus betul, tuan Plekhanov! Tetapi lihatlah betapa ganjil, tak tahu adat, dan betapa dungunya Anda dalam polemik-polemik Anda. Jika saya menyampaikan sebuah pidato ngoceh selama dua jam, bagaimana hadirin yang terdiri dari ratusan orang mentoleransi “ocehan” ini? Lebih jauh lagi, mengapa makalah Anda mengikat keseluruhan kolom menjadi sebuah penilaian atas “ocehan”? Tidak konsisten, luar biasa tidak konsisten!
Tentu saja, jauh lebih mudah untuk meneriaki, menyalahgunakan, dan melolong daripada berusaha untuk membuat hubungan, untuk menjelaskan, untuk mengingat kembali apa yang dikatakan Marx dan Engels pada tahun 1871, 1872, dan 1875, mengenai pengalaman Komune Paris dan mengenai negara macam apa yang diperlukan kaum proletar.
Mantan Marxis Tuan Plekhanov terang-terangan tidak peduli untuk mengingat ulang Marxisme.
Saya mengutip kata-kata Rosa Luxemburg, yang pada tanggal 4 Agustus 1914 menamai Sosial-Demokrasi Jerman sebagai “bangkai berbau busuk”. Dan para pengikut Plekhanov, Goldenberg, dan rekan-rekan, merasa “tersinggung”. Atas nama siapa? Atas nama kaum chauvinis Jerman, sebab mereka disebut chauvinis!
Mereka mencemplungkan diri mereka sendiri ke dalam kekacaubalauan, kaum chauvinis-sosial Rusia –sosialis dalam perkataan, chauvinis dalam perbuatan.

CATATAN PENERJEMAH:
[i] defencisme, dari kata defence, dari kata “to defense” (mempertahankan)
[ii] “Soviet”: adalah dewan-dewan yang dipilih secara demokratis (dengan hak permanen atas recall oleh mereka yang memilih dewan ini). Pertama kali dibentuk atas inisiatif para pekerja yang terorganisir di Petrograd (kemudian kota ini menjadi Leningrad) selama berlangsungnya Revolusi Rusia 1905 di mana soviet-soviet ini menjadi sebuah badan perwakilan non-partai yang mampu memiliki kesiapan meraih otoritas di mata massa dan terseia sebagai instrumen kekuatan kelas pekerja. Soviets mucul lagi pada permulaan Revolusi Rusia tahun 1917, ketika Tsar ditumbangkan. Selama berlangsungnya revolusi ini, kaum Bolshevik memenangkan mayoritas dalam orang-orang kunci di dalam soviets dan bulan Oktober mereka memimpin kelas pekerja meraih kekuasaan dengan slogan “Semua kekuatan untuk Soviets” Hingga sekarang ini Russia masih dihubungkan sebagai Uni Soviet, tetapi sesungguhnya segala sisa-sisa kekuatan demokratik dari soviet telah dieliminasi sebagai akibat dari kontra-revolusioner kaum stalinis
[iii] dessiatine: ukuran luas tanah. 1 dessiatine = 2,7 acre (1 acre = 0,4646 ha)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda