Kamis, 02 Desember 2010

Kamis, Desember 02, 2010
Pemerintah (Kemenhut) dan Direktur PT. Sinarmas Group, Harus Bertanggung Jawab Atas Sengketa Pertanahan dan Tindakan Kekerasan yang Terjadi di Provinsi Jambi

Petani yang bernama Ahmad Adam bin Syafri (45 tahun) tewas di tempat dengan luka tembak di bagian kepala. Dalam konflik yang sudah berlangsung lama tetap menempatkan petani sebagai korban dalam konflik agraria dengan PT Wira Karya Sakti (WKS) – anak perusahaan Sinarmas Group. sehingga petani Desa Senyerang, Tanjung Jabung Barat, Jambi ditembak pada saat melakukan aksi untuk merebut kembali hak atas tanahnya yang sah.
Peristiwa penembakan ini dipicu oleh Kelambatan Pemerintah dalam penyelesaian konflik lahan dan tindakan PT. WKS yang membawa aparat keamanan (Brimob dan security perusahaan) dan berusaha membubarkan secara paksa aksi massa para petani yang pada saat kejadian menggunakan kapal pompong (kapal gethek). Pada jam 13.30 (waktu setempat) aparat kepolisian menembak para petani dengan membabi buta dari atas Kapal yang mereka naiki.

Petani Dusun Dasal dan Simpang Abadi juga melakukan aksi damai yang dilakukan oleh ribuan petani dengan melakukan pemblokiran jalur distribusi PT WKS (Sinar Mas Group) juga dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian tanjung jabung barat, sehingga 3 orang petani mengalami luka memar dikakinya akibat tendangan kaki aparat kepolisian saat membubarkan aksi. Padahal semua aksi massa Petani tersebut sudah jauh-jauh hari petani melakukan pemberitahuan aksi ke Polres setempat.

Aksi massa petani yang tergabung dalam Persatuan Petani Jambi (PPJ), yang dilakukan secara serempak di tiga kabupaten yang ada Jambi dengan tuntutan utama Kembalikan Lahan seluas 41.224 Ha milik warga yang dirampas PT. WKS.

Pemerintah dalam hal ini kementerian kehutanan dan pihak perusahaan selalu  merehmehkan hak lahan warga. Sebelum kejadian penembakan terhadap petani, pihak Perusahaan mengajak perundingan dengan semua pihak yang bersengketa antara lain Pemerintah, PT WKS dan PPJ pada senin pagi jam 10.00 WIB namun Perusahaan dengan berbagai alasan yang terkesan menunda perundingan untuk penyelesaian konflik lahan dan menyiapkan skenario lain yakni merepresi para petani yang melakukan aksi damai. 

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini kami menyatakan sikap:
1.     Mengutuk keras tindakan brutal dan represiv aparat kepolisian (Brimob Polda Jambi)
       atas penembakan yang menewaskan Anggota PPJ dan Tindak tegas pelaku penembakan
       terhadap Anggota PPJ.meminta kepada mabes polri untuk mengusut tuntas kapolda
       jambi.
2.    Segera cabut izin PT. WKS Sinar Mas Group dari Provinsi Jambi;
3.    Menuntut kepada Menteri Kehutanan RI untuk segera mengembalikan tanah petani yang
      telah dirampas oleh PT.  WKS Sinar Mas Group
4.   Kepolisian harus melindungi Anggota PPJ dari Intimidasi dan Teror  dari pihak manapun .
5.   Segera hentikan segala bentuk kekerasan terhadap petani.


Demikian Pers Release ini disampaikan kepada semua pihak yang terkait untuk menjadi perhatian bersama. Terima kasih.
TURUT MENDUKUNG PERJUANGAN:
<span>Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Wahana Linkungan Hidup JAMBI, WARSI, CAPA, SETARA, Aliansi Petani Indonesia (API), Serikat Petani Indonesia (SPI), IHCS, Persatuan Perjuangan Indonesia (PPI), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek (FPBJ), Serikat Pekerja Kereta Api Jabodetabek (SPKAJ), Aliansi Buruh Menggugat (ABM), Serikat Petani Kerawang (Sepetak), BINA DESA, PERGERAKAN Bandung, HIMAPASTIK, MAPELBI, DKR, PMKM dan YKR</span>

Jambi, 11 Nov 2010
Ketua Umum
Persatuan Petani Jambi


Aidil Putra

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar anda