Sabtu, 27 November 2010

Sabtu, November 27, 2010
SENTRALISME DEMOKRASI

Apakah organisasi itu ?

Organisasi adalah sistem menghimpun orang bersama-sama untuk berpihak dan bergerak sebagai satu kebulatan. Dengan kata lain, organisasi merupakan sistem yang mengikat setiap anggota dan bagian organisasi untuk bergerak sebagai satu kesatuan untuk mencapai satu tujuan bersama. Kelompok yang kita pimpin adalah organisasi dan ada berbagai organisasi lain di lingkungan kita.
Kita bisa membandingkan sebuah organisasi dengan sapu lidi, yang memiliki kekuatan karena ikatan bersama. Bila masing-masing lidi tidak disatukan menjadi satu, maka lidi-lidi tersebut akan lemah, tidak memiliki kekuatan, dan mudah dipatahkan. Tetapi bila lidi-lidi itu diikat bersama menjadi satu, ia adalah alat yang efektif untuk membersihkan kotoran. Seperti kita, mahasiswa dan pemuda, musuh selalu menghendaki kita terpecah, hingga kita tidak bisa secara efektif menyingkirkan penindasan, pemerasan, dan aruran mereka. Jika kita terorganisir, dan persatuan kita kuat, seperti sapu lidi, maka kita bisa bergerak dan menyapu kotoran-kotoran dan persoalan-persoalan masyarakat.

Selalu tanggung jawab kita untuk mempertahankan dan memperkuat organisasi kita. Kita berusaha mengencangkan ikatan kita, dan membenahi metode pengerahan kekuatan kita. Hanya dengan jalan ini kita bisa menunjukkan tenaga dan kekuatan persatuan kelas-kelas yang ditindas dan dihisap untuk menjungkir balikan musuh kelas meraka dan mencapai masyarakat Indonesia yang demokratis, bebas dan sejahtra.

Apakah Sentralisme Demokrasi itu ?

Sentralisme Demokrasi itu adalah prinsip pembimbing kita dalam membentuk dan menjalankan organisasi kiata. Prinsip ini menjamin bahwa kita akan bergerak sebagai kesatuan yang terorganisir.

Sentralisme demokrasi berarti sentralisme yang didasarkan pada demokrasi dan demokrasi dibawah kepemimpinan terpuasat. Sentralisme berdasarkan pada demokrasi berarti memperhitungkan segala sesuatu berdasarkan keseluruhan kepentingan dan kondisi organisasi. Gerakan yang baik dari organisasi berasal dari partisipasi aktif seluruh anggota dan mengambil bagian didalamnya. Keputusan-keputusan yang dijalankan dalam organisasi secara bersama diputuskan atas dan didasarkan kepada kepentingan umum.

Demokrasi dibawah kepemimpinan terpusat berarti kepentingan dan gerakan tiap anggota atau bagian organisasi sesuai dan memajukan kepentingan dan tujuan organisasi.

Kepatuhan terhadap prinsip sentralisme demokrasi meletakkan kondisi yang baik bagi gerakan tiap anggota dan organisasi secara baik dan hidup. Dengan cara demikian kita membuat keputusan‑keputusan, rencana‑rencana dan program yang benar dalam pergerakan kita, dan secara efektif menuntaskannya. Mempraktekan sentralisme demokrasi adalah satu cara untuk. menjamin keberhasilan kita.

Apakah empat aturan disiplin di dalam organisasi?

Empat aturan disiplin menjamin kesatuan organinasi kita. Prinsip-prinsip ini didasarkan pada sentralisme domokrasi.

1.      Perorangan berada di bawah organisasi.
      Ini berarti bahwa setiap perorangan harus berada di bawah kepentingan seluruh organisasi. Ia harus mematuhi konstitusi organisasi dan keputusan-keputusan tanpa perkecualian.
2.      Minoritas dibawah mayoritas.
      Berarti bahwa keputusan yang dipatahi oleh seluruh organisasl didasarkan kepada persetujuan mayoritas. Minoritas harus dibawah dan mematuhi keputusan bersama.
3.      Organ Lebih rendah berada dibawah organ yang lebih tinggi.
     Ini berarti, organ atau unit yang lebih rendah harus tunduk pada keputusan‑keputusan dan kebijaksanan‑kebijasanaan organ atau unit yang lebih tinggi yang mewakili organisasi secara lebih luas.
4.      Keseluruhan organisasi berada dibawah kepemimpinian nasional dan Konggres Nasional organisasi.
     Berarti keputusan-keputusan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang di bentuk oleh konggres nasional dan kepemimpinan nasional adalah efektif dan perlu dipatuhi oleh seluruh anggota dan bagian organisasi.


Apakah Tangung Jawab‑Tanggung Jawab Pemimpin atau Organ Yang Lebih tingqi ?       

Berbeda dengan organisasi kaum borjuis dan feodal dari masyarakat yang busuk sekarang ini, pemimpin organisasi revolusioner bukanlah raja yang memerintah dan memberi komando pada para anggota. Pemimpin memutuskan dan bergerak atas dasar prinsip sentralisme demokrasi. Ia bekerja untuk kepentingan umum dan bukan demi kepentingan perorangan atau sekelompok kecil. Pemimpin dipilih melalui proses yang demokratis.

Kepemimpinan umum dalam organisasi merupakan tanggung jawab para pemimpin. Secara umum ia mengawasi jalannya perjuangan untuk mendorong kemajuan tujuan‑tujuan organisasi yang kontinyu dan bulat. Ia menuntunkan tugas‑tugas penting guna mendorong pelaksanaan yang baik atas keputusan‑keputusan, rencana‑rencana dan program‑program perjuangan. Ia mengelola bagian‑bagian organisasi guna mendorong pelaksanaan tugas secara sungguh‑sunggah.

Sangat penting bagi seorang pemimpin mengenal dengan baik seluruh gerak dan kegiatan organisasi,  baik secara umum maupun khusus. Selain dari laporan‑laporan yang telah diperiksa, para pemimpin harus terjun di tengah‑tengah anggota dan massa guna memperoleh keterangan‑keterangan yang perlu. Dengan cara demikian, para pemimpin mengetahui segera perubahan‑perubahan situasi, dan nemberikan petunjuk dan keputusan‑keputusan secara cepat.

Pemimpin membuat garis besar rencana-rencana dan program‑program dalam perjuangan. Biasanya program dibuat disertai tugas-tugas dalam periode waktu tertentu‑‑satu bulan atau lebih. Dengan rencana‑rencana, dipihak lain, disertai tugas‑tugas yang perlu untuk aksi, kampanye, atau tujuan‑tujuan kbusus. Melalui program-program dan rencana‑rencana perjuangan, kita mensistematisasikan dan menyatukan perjuangan keseluruhan organisasi. Studi yang cakap atas situasi dan perjalanan perjuangan keseluruhan jawaban-jawaban terhadap kebutuhan‑kebutuhan massa adalah sangat per1u. Pemimpin mengundang dan memimpin untuk memastikan bahwa persatuan yang dibentuk dalam adalah baik.

Apakah Tanggungjawab‑Tanggungjawab Para Anggota dan Organ Yang Lebih Rendah ?

Keanggotaan organisasi rervolusioner dibangun dari perorangan-perorangan yang aktif dan bertanggung-jawab yang memperjuangkan tujuan‑tujuan organisasi, Anggota‑anggota organisasi revolusioner tidak hanya berjuang untuk kepentingan mereka sendiri akan tetapi untuk tujuan organisasi. Setiap anggota berjuang untuk membangun ognisasi yang kokoh dan kuat melawan kelas penguasa.

Adalah tanggungjawab setiap anggota bagian‑bagian organisasi, mematuhi semua keputusan‑keputusan, melaksanakan tugas‑tugas, dan program‑program secara bagus; melindungi kepentingan dan keamanan organisasi, dan berjuang segaris dengan tujuan dan kepentingan umum organisasi. Perlu bagi tiap anggota dan bagian-bagian organisasi untuk mempelajari keputusan‑keputusan, rencana‑rencana, menganalisa bagaimana bisa dilaksanakan dan memberikan jalan mengerjakannya. Perlu diinformasikan dengan segera kepada pemimpin setiap pertanyaan atau problem, dan hasil‑hasil pelaksanaan tugas‑tugas tersebut.

Menjadi kewajiban bagi setiap anggota dan organ lebih rendah menyerahkan laporan secara reguler dan aktif termasuk saran‑saran, pengamatan‑pengamatan dan kritik‑kritik atas berbagai macam hal yang penting bagi kepentingan dan perjuangan organisasi. Adalah tanggungjawab setiap anggota bersikap jujur dan pasti terhadap keterangan‑keterangan yang diberikan. Dan perlu sekali membuat rencana‑rencana dan keputusan‑keputusan yang tepat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar anda