Notification

×

Kategori Berita

Tags

Iklan

MARXISME DAN REVISIONISME

Selasa, 30 November 2010 | November 30, 2010 WIB Last Updated 2010-12-05T04:13:14Z
KETERANGAN

1.    Kaum Hegelian Kiri atau Kaum Hegelian Muda – wakil sayap-sayap Kiri Mazhab Hegel – suatu aliran filsafat idealis di Jerman. Kaum Hegelian Muda tidak mengakui hukum-hukum obyektif dari perkembangan sosial, peranan produski materiil dalam perkembangan masyarakat, ketidakterelakkannya perjuangan klas  di dalamnya. Mereka mencerminkan ideologi liberalisme burjuis Jerman tahun-tahun 30-40 an abad XIX, sifat pengecut dari burjuasi Jerman, ketidakberdayaannya dalam perjuangannya melawan tonggak-tonggak-alas feodal. Seluruh kegiatnnya terbatas  pada frase-frase revolusioner, ancaman-ancaman yang ditujukan pada alamat klas-klas yang berkuasa, bujukan-bujukan terdap mereka.
2.  Proudhonisme – aliran Sosialisme burjuis kecil yang bermusuhan terhadap Marxisme, yang diberi nama menurut nama ideolognya, seorang anarkis Perancis, Proudhon. Sambil mengkritik hak milik besar Kapitalis dari sudut pendirian burjuis kecil, Proudhon mengimpi-impikan untuk mengabadikan hak milik kecil perseorangan, mengusulkan untuk mengorganisasi bank “Rakyat” dan bank “Pertukaran”, dengan perantaraan mana kaum buruh seolah-olah dapat memperoleh alat-alat produksinya sendiri, menjadi tukang-tukang kerajinan tangan dan menjamin penjualan hasil-hasil produksinya “secara adil”. Proudhon gagal memahami peranan histori dari proletariat, bersikap negatif terhadap perjuangan klas, terhadap revolusi proletar dan diktatur proletar. Ia mengingkari keharusan akan negara dari sudut pendirian anarkis. Proudhonisme telah dikenakan kritik yang mengahncurkan dalam karya MarxKemiskinan Filsafat.
3.  Bakuninisme – Suatu aliran yang diberi nama menurut nama ideolog anarkisme M.A. Bakunin. Kaum Bakuninis telah melancarkan perjuangan tabah melawan teori Marxis dan taktik gerakan buruh. Azas pokok Bakuninisme adalah pengingkaran terhadap sebarang negara, termasuk juga diktatur proletariat. Mereka itu gagal memahami peranan histori-dunia dari proletariat. Menurut pendapat kaum Bakuninis, suatu perkumpulan revolusioner  yang rahasia harus mengorganisasi  huruhara-huruhara Rakyat yang akan mengakibatkan pembatalan negara dengan segera.
Sesudah menyelunduk ke dalam Internasionale I, Bakunin mengajukan di hadapan dirinya suatu tujuan untuk merebut pimpinan atas organisasi itu dalam tanganya dan mulai melakukan perjuangan melawan Marx dengan tak segan-segan memakai cara-cara manapun dalam hal ini. Karena kegiatan yang  erusak organisasi itu, pada Kongres di Den Haag dalam tahun 1872 Bakunin dipecat dari Internasionale I.
4.  Positivisme, Sebagai suatu aliran filsafat, timbul di Perancis dalam tahun-tahun 30 an abad XIX. Pendirinya, Auguste Comte, mempersamakan positivisme dengan pengenalan akan dunia secara ilmiah, yang tugas pokoknya terbatas hanya pada penggambaran dari luar hasil-hasil peninjauannya dengan panca-indera. Comte mencoba membuktikan bahwa positivisme  berdiri “di atas” materialisme, maupun idealisme. Dengan memaksudkan ciri khas positivisme ini, Lenin menulis: “Maszab ini merupakan suatu bubur yang menydihkan, suatu partai tengah dalam filsafat, yang mengacaukan jurusan-jurusan materialis dan idealis pada setiap masalah tertentu”
Eugen Dühring  -- filsuf dan hali ekonomi Jerman, ideolog burjuis kecil. Pandangan-pandangan filsafat Dühring merupakan suatu campuran dari positivisme, materialis metafisik dan idealisme. Pandangan-pandangan Dühring yang memperoleh sokongan di kalangan sebagian kaum Sosial-Demokrat Jerman, telah dikritik oleh Engels dalam bukunya Anti-Dühring.
5.  Yang dimaksud ialah Bernsteinisme – suatu aliran oportunis dalam Sosial-Demokrasi Internasional, yang bermusuhan terhadap Marxisme, yang timbul pada akhir abad XIX di Jerman dan yang diberi nama menurut nama seorang penyambung lidah revisionisme yang paling terang-terangan, Eduard Bernstein.
Bernstein mengingkari teori Marxis mengenai perjuangan klas dan ajaran tentang takterelakkannya keruntuhan kapitalisme, tentang revolusi Sosialis dan diktatur proletariat. Bernstein meproklamasikan perjuangan untuk reforma-reforma , yang ditujukan untuk “memperbaiki” keadaan ekonomi kaum buruh di bawah kapitalisme, sebagai satu-satunya tugas dari gerakan buruh: dia mengajukan suatu rumusan oportunis “gerakan adalah segala-galanya, tujuan terakhir adalah nihil”. Pandangan-pandangannya telah mengakibatkan pengkhianatan langsung terhadap kepentingan-kepentingan klas buruh.
6.  Yang dimaksudkan ialah kaum Eser (kaum Sosialis Revolusioner) – suatu partai burjuis kecil di Rusia yang timbul pada akhir tahun 1901 – permulaan tahun 1902 sebagai akibat penggabungan pelbagai macam grup dan lingkaran Narodnik.
Dalam program agrarianya kaum Eser menuntut diserahkannya tanah menjadi milik seluruh masyarakat, pembagian tanah secara sementara di antara kaum tani dan menamakan tindakan-tindakan ini “sosialisasi” tanah. Lenin membuktikan bahwa, pertentangan dengan pendapat kaum Eser, pelaksanaan program ini akan tidak mengakibatkan peralihan ke Sosialisme, karena penghapusan hakmilik perseorangan hanya atas tanah “tidak menghapuskan baik kekuasaan kapital, maupun kemiskinan massa Rakyat”.
Kaum Eser menolak peranan memimpin dari proletariat dalam revolusi, ide diktatur proletariat. Taktik teror perseorangan yang dilaksanakannya membawa kerugian besar pada gerakan revolusioner.
7.  Kaum neo-Kantian – wakil-wakil aliran reaksioner dalam filsafat burjuis, yang timbul pada pertengahan abad XIX di Jerman. Di bawah semboyan “kembali ke Kant”, kaum neo-Kantian mengkhotbahkan kelahiran kembali idealisme Kant, melakukan perjuangan melawan materialisme dialektika dan histori.
Kant, Immanuel – filsuf Jerman, pendiri idealisme klasik Jerman.
8.  Hegel, George Wilhelm Friedrich – filsuf Jerman terbesar, idealis obyektif. Filsafat Hegel emnjadi puncak idealis Jerman pada masa akhir abad XVIII – permulaan abad XIX. Pengolahan dialektika secara mendalam dan dari segala segi menjadi jasa bersejarah Hegel; dialektikanya menjadi salah satu sumber teoritis bagi materialisme dialektika.
K. Marx dan F. Engels, setelah mengolah kembali secara kritis dialektika idealis Hegel,    meciptakan dialektika materialis yang mencerminkan hukum-hukum yang paling umum dari perkembangan dunia obyektif dan pemikiran manusia.
9.  Lihat katasusulan pada Kapital, jilid I.
10. Plekhanov G.M. – tokoh terkemuka dari gerakan buruh Rusia dan internasional, propagandis Marxisme yang pertama di Rusia. Dia pada tahun 1883 di Jenewa telah mendirikan organisasi marxis Rusia pertama – grup “Pembebasan Kerja”, telah tampil melawan revisionisme dalam gerakan buruh internasional.
Sejak tahun 1883 sampai tahun 1903 Plekhanov menulis serentetan kerja yang telah memainkan peranan besar dalam mempertahankan dan mempropagandakan pandangan dunia materialis.
Tetapi sudah pada masa itu pada Plekhanov terdapat kesalahan-kesalahan yang serius yang menjadi benih-benih pandangan-pandangan yang serius yang menjadi benih-benih pandangan Mensyewiknya di masa kemudian. Sesudah Kongres ke dua PBSDR (1903) Plekhanov mengambil pendirian pendamaian dengan oportunisme, dan kemudian menggabungkan diri pada kaum Mensyewik (lih. Keterangan no. 22).
11.Bogdanov, A dan Bazarov, B.A. – orang-orang Sosial Demokrat Rusia, filsuf-filsuf, mencoba untuk merevisi Marxisme dengan bertolak dari titikpandangan idealis. Lenin menyebutnya “revisionis-revisionis yang bersifat neo-Berkeleyan dan neo-Humis, karena pandangan-pandangannya dalam filsafat pada hakekatnya menghidupkan kembali idealisme subyektif filsuf-filsuf Inggeris abad XVIII, Berkeley dan Hume.
12. Böhn-Bawerk, Eugen – ahli ekonomi burjuis, salah seorang wakil apa yang disebut “Mazhab Austria” dalam ekonomi politik. Wakil-wakil Mazhab ini menginterpretasikan hukum-hukum ekonomi dari titik pendirian idealis.
13. Yang dimaksud ialah Komune Paris tahun 1871 – diktatur proletariat pertama di dunia, dan pemberontakan bersenjata di Moskwa dan di kota-kota lain pada bulan Desember tahun 1905 waktu revolusi Rusia pertama (tahun-tahun 1905-1907)
14. Kaum Kadet ( partai Konstitusionil-Demokratis) – partai utama burjuasi liberal-monarkis di Rusia, didirikan pada bulan Oktober tahun 1905; ke dalam susunannya masuk wakil-wakil burjuasi, kaum tuantanah dan kaum intelek burjuis.
15. Millerandisme –aliran oportunis dalam Sosial-Demokrasi yang disebut begitu menurut nama seorang sosialis-reformis Perancis, Millerand, yang pada tahun 1899 masuk dalam pemerintah burjuis reksioner Perancis dan menyokong politik anti-Rakyatnya. Sambil mengkarakterisasi Millerandisme  sebagai revisionisme dan keregatan, Lenin menunjukkan, bahwa kaum sosial-reformis, dengan masuk dalam pemerintah burjuis, pasti ternyata menjadi bonek-boneka, suatu penyelimutan bagi kaum kapitalis, sebuah alat penipuan massa Rakyat oleh pemerintah itu.
16. Yang dimaksud ialah kaum Sosial-Demokrat Jerman, yang tampil melawan revisi terhadap Marxisme.
17. Lihat Keterangan no. 5
18. Kaum Guesdeis – aliran revolusioner Marxis dalam gerakan Sosial Perancis pada akhir abad XIX – permulaan abd XX, yang dipimpin J Guesde dan P. Lafargue.
Dalam tahun 1901 pemihak-pemihak perjuangan klas revolusioner, yang dikepalai oleh J.Guesde, menyatukan diri dan membentuk Partai Sosialis dari Perancis (anggota-anggotanya juga mulai disebut menurut nama pimpinannya sebagai kaum Guesdeis)
Kaum Jaurèsis – pemihak-pemihak seorang Sosialis Perancis, J. Jaurès, yang pada tahun-tahun 90-an abad yang lalu bersama-sama dengan A. Millerand membentuk suatu grup “Kaum Sosialis Merdeka” dan yang memimpin saya reformis yang Kanan dari gerakan Sosialis Perancis. Pada tahun 1902 mereka itu membentuk Partai Sosialis Perancis yang berpendirian reformis.
Kaum Broussis (kaum Posibilis) (P. Brousse, B.Malone, dll) – aliran reformis burjuis kecil yang timbul dalam tahun-tahun 80-an abad XIX dalam gerakan Sosialis Perancis dan yang membelokkan proletariat dari pemakaian cara-cara revolusioner dari perjuangan. Kaum Posibilis telah membentuk “Partai buruh sosial-revolusioner”, mereka menolak program revolusioner dan taktik revolusioner proletariat, mengaburi tujuan-tujuan Sosialis dari gerakan buruh, mengajukan untuk mengatasi perjuangan kaum buruh dengan “apa yang mungkin” (possible), dari sinilah nama partai itu.
Lebih kemudian kebanyakan kaum Posibilis masuk ke dalam Oartai Sosialis Perancis yang reformis, yang didirikan di bawah pimpinan J. Jaurès pada tahun 1902.
 Pada tahun 1905 Partai Sosialis dari Perancis bergabung dengan Partai Sosialis Perancis yang reformis itu.
19. Federasi Sosial-Demokratis Inggeris. –didirikan pada tahun 1884. Bersama-sama dengan kaum reformis dan kaum anarkis, ke dalam Federasi Sosial Demokratis Inggeris termasuk juga sebuah grup kaum Sosial-Demokrat revolusioner, pemihak-pemihak Marxisme, yang menyusun sayap Kiri dalam gerakan Sosialis Inggeris. F. Engels mengkritik Federasi Sosial-Demokratis karena dogamatisme dan sekatarisme, karena ia terpisah dari gerakan buruh Inggeris yang massal dan mengabaikan kekhususan-kekhususan gerakan itu. Pada tahun 1907 Federasi Sosial-Demokratis diberi nama partai Sosial-Demokratis; partai itu pada tahun 1911, bersama-sama dengan elemen-elemen Kiri dari Partai Buruh Merdeka, membentuk Partai Sosialis Inggeris. Pada tahun 1920 partai ini, bersama-sama dengan Grup Persatuan Komunis, telah memainkan peranan utama dalam pembentukan Partai Komunis Inggeris.
Partai Buruh Merdeka Inggeris –suatu organisasi reformis yang didirkan pada tahun 1893. Ke dalam PBM termasuk anggota-anggota “trade union baru” dan serentetan serikatburuh yang lama, wakil-wakil kaum intelek dan burjuasi kecil.
PBM berpendirian burjuis reformis, sambil menaruh perhatian pokoknya pada bentuk-bentuk perjuangan parlementer dan persekongkolan-persekongkolan parlementer dengan Partai Liberal. Dengan mengkarakterisasi Partai Buruh Merdeka , Lenin menulis bahwa “dalam kenyataannya ia adalah partai oportunis yang selalu tergantung pada burjuasi”, bahwa ia “ hanya ‘tidak tergantung’ pada Sosialisme, sedangkan pada liberalisme ia sangat tergantung”.
20.     Dalam  Partai Buruh Belgia, Brouckère dan pemihak-pemihaknya terus menyatakan pendapat melawan ikut sertanya kaum Sosialis dalam pemerintah burjuis reaksioner, dan melakukan perjuangan melawan Vandervelde yang meimpin kaum revisionis.
21.     Kaum integralis – pemihak-pemihak apa yang disebut Sosialisme “integral” (utuh), yang merupakan suatu variasi Sosialisme burjuis kecil. Yang memimpin kaum Integralis ialah Enrico Ferri. Kaum Integralis yang merupakan aliran sentris dalam Partai Sosialis Italia, dalam tahun-tahun 1900-an mengenai beberapa masalah telah melakukan perjuangan melawan kaum reformis yang berpendirian oportunis ekstrim dan yang bekerja sama dengan burjuasi reaksioner.
22. Kaum Mensyewik – kaum Sosial-Demokrat Rusia yang oportunis. Dalam Kongres ke II PBSDR pada tahun 1903 telah terjadi perpecahan Partai atas sayap revolusioner yang terdiri dari pemihak-pemihak Lenin, dan sayap oportunis. Waktu pemilihan organ-organ sentral Partai kaum Sosial-Demokrat revolusioner mendapat mayoritas suara (bolsyinstwo, dalam bahasa Rusia), sedangkan kaum oportunis – minoritas (mensyenstwo). Dari sinilah nama-nama “Bolsyewik” dan “Mensyewik”.
 Kaum Mensyewik tampil melawan hegemoni klas buruh dalam revolusi dan juga melawan persekutuan klas buruh dengan kaum tani revolusioner. Sesudah kekalahan revolusi tahun-tahun 1905-1907 di Rusia kebanyakan kaum Mensyewik mulai menuntut untuk melikwidasi Partai Revolusioner illegal dari klas buruh dan membentuk sebagai gantinya suatu partai legal yang harus menolak perjuangan revolusioner dan menyesuaikan kegiatannya pada syart-syarat rezim reaksioner.
23  “Sindikalisme Revolusioner” – suatu aliran burjuis-kecil dan semi-anarkis yang timbul dalam gerakan buruh di serentetan negeri Eropa Barat pada akhir abad XIX.
    Kaum Sindikalis mengingkari keharus perjuangan politik klas buruh dan peranan pimpinan dari partai. Mereka beranggapan bahwa serikatburuh-serikatburuh (sindikat-sindikat) dengan jalan mengorganisasi pemogokan umum kaum buruh, tanpa revolusi, dapat menggulingkan kapitalisme dan mengambil dalam tangannya pengurusan atas produksi.
23. Labriola Artruro – tokoh politik Italia, ahli hukum, ahli ekonomi, pengarang serentetan buku mengenai teori sindikalisme, di mana ia berusaha menyesuaikan programnya, yaitu apa yang disebut “sindikalisme revolusioner”, pada Marxisme sambil “memperbaiki “ Marxisme.
24.Lagardelle, Hubert – tokoh politik burjuis kecil Perancis, seorang anarko-sindikalis. Ia adalah pengarang serentetan buku mengenai sejarah anarko-seindikalisme di Perancis. 
×