Selasa, 04 Januari 2011

Selasa, Januari 04, 2011
Jayapura, Kompas - Mesak Dowansiba (23), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Manokwari, Papua Barat, dua hari terakhir ini harus berurusan dengan aparat kepolisian. Ia memaksa warga Kompleks TNI Angkatan Laut setempat mengibarkan bendera bintang kejora, lambang gerakan separatis, yang dibarengi ancaman dengan cara memuntahkan peluru dari senjata api rakitan jenis revolver ke udara.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Komisaris Besar Wachyono, Senin (3/1) di Jayapura, mengatakan, peristiwa itu berlangsung Minggu lalu sekitar pukul 06.00 WIT. ”Aksi Mesak sempat memancing amarah warga sekitar. Mereka lalu beramai-ramai menangkap dan menyerahkannya ke aparat TNI Angkatan Laut (AL),” ujarnya.
Warga yang dipaksa mengibarkan bendera bintang kejora adalah yang tinggal di Kompleks TNI AL, Jalan Ciliwung Sanggeng, Manokwari. Diduga saat itu, Mesak sedang mabuk setelah meminum alkohol.
Mesak, lanjut Wachyono, menyuruh warga mengibarkan bintang kejora di Stadion Sanggeng. ”Karena warga tidak ada yang bersedia, Mesak meluapkan kejengkelannya dengan melepaskan satu kali tembakan ke udara dengan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver,” katanya.
Warga tidak ciut dengan ancaman itu. Mereka justru berbalik marah dan beramai-ramai menangkap serta memukuli Mesak. Selanjutnya, menyerahkan pemuda terebut ke aparat yang berada di pos penjagaan Markas Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL Manokwari, sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Kemarin, lanjut Wachyono, Mesak telah diserahkan ke Kepolisian Resor Manokwari untuk penyidikan. Petugas menyita barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver, serta dua proyektil kaliber 38 milimeter berikut satu selongsong peluru. Disita pula selembar bendera bintang kejora berukuran 110 x 45 sentimeter, satu sepeda motor Yamaha Yupiter, dan satu telepon genggam. (ich)
sumber : kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda