Selasa, 30 November 2010

Selasa, November 30, 2010
Lenin

Yang di dalam politik disebut kompromi adalah berkonsesi dengan sejumlah tuntutan tertentu, dilepaskannya sebagian tuntutan-tuntutan sendiri untuk mencapai kata sepakat dengan partai lain.

Gambaran orang-orang filistin tentang kaum Bolshevik, yang terus diperkuat oleh pers yang memfitnah kaum Bolshevik, tersimpul di dalam hal bahwa kaum Bolshevik tidak setuju dengan kompromi apapun, dengan siapapun dan kapanpun.
Gambaran demikian enak terdengarnya oleh kita sebagai partai dari proletariat revolusioner, karena ia membuktikan, bahwa bahkan musuh-musuh kita terpaksa mengakui kesetiaan kita kepada prinsip-prinsip pokok Sosialisme dan revolusi. Tetapi bagaimanapun juga perlu dikatakan kebenaran: gambaran begitu tidak sesuai dengan kenyataan. Benarlah Engels bila di dalam kritiknya terhadap manifesto kaum Blanquis-Komunis (tahun 1873) yang menertawakan pernyataan: "tak boleh kompromi-kompromi apa saja!" Itu hanyalah suatu omong-kosong,--katanya-- karena kompromi suatu partai yang sedang berjuang sering dipaksakan dengan tak terelakkan oleh keadaan dan adalah suatu yang bukan-bukan untuk selalu menolak "menagih hutang-hutang secara mencicil". Tugas partai yang sungguh-sungguh revolusioner bukanlah menyatakan tidak mungkinnya penolakan segala macam kompromi, melainkan agar melalui segala kompromi, karena kompromi itu tidak terelakkan, pandai mempertahankan kesetiaannya terhadap prinsip-prinsip sendiri, kepada klas sendiri, kepada tugas revolusioner sendiri, kepada usaha-usaha sendiri di dalam mempersiapkan revolusi dan mendidik massa Rakyat demi kemenangan revolusi.

Ini contohnya. Setuju mengambil bagian di dalam Duma ke-III dan Duma ke-IV[1] merupakan kompromi, suatu penolakan sementara tuntutan-tuntutan revolusioner. Tetapi itu merupakan kompromi yang secara mutlak terpaksa kita lakukan, karena perimbangan kekuatan untuk masa tertentu tak mengijinkan perjuangan revolusioner massal bagi kita, sedangkan guna persiapan yang lama untuk perjuangan itu kita perlu sanggup bekerja juga dari dalam"kandang yang kotor" demikian. Bahwa diajukannya persoalan sedemikian rupa oleh kaum Bolshevik sebagai suatu partai ternyata sepenuhnya tepat, maka ini sudah dibuktikan oleh sejarah.

Kini tiba gilirannya persoalan kompromi yang bukan dipaksakan, melainkan yang dilakukan dengan sukarela.

Partai kita seperti setiap partai politik yang lain-lain, berusaha mencapai kekuasaan politik untuk diri sendiri. Tujuan kita adalah diktator proletariat revolusioner. Setengah tahun revolusi dengan luar biasa mantap, terang dan meyakinkan memperkuat tepatnya dan tak terelakkannya tuntutan itu justru demi kepentingan revolusi ini, karena baik perdamaian demokratis, maupun tanah untuk kaum tani, ataupun kebebasan penuh (republik yang betul-betul demokratis) tak mungkin diperoleh rakyat secara lain. Jalannya peristiwa selama setengah tahun revolusi kita, perjuangan klas-klas dan partai-partai, perkembangan krisis-krisis tanggal 20-21 April, 9-10 dan 18-19 Juni, 3-5 Juli, 27-31 Agustus membuktikan dan memperlihatkan itu.

Kini tibalah pembelokan yang begitu tajam dan begitu khas di dalam revolusi Rusia, sehingga kita sebagai suatu partai dapat menawarkan suatu kompromi sukarela, memang bukan kepada borjuasi, musuh klas kita yang langsung dan pokok, melainkan kepada lawan-lawan kita yang terdekat, partai-partai demokratis borjuis-kecil yang "sedang berkuasa", yaitu kepada kaum Sosialis-Revolusioner dan kaum Menshevik.

Hanya sebagai suatu perkecualian, hanya karena keadaan yang istimewa yang rupanya akan berlangsung hanya selama waktu yang sangat singkat, kita dapat menawarkan kompromi kepada partai-partai itu dan, saya rasa, kita harus berbuat demikian.

Kompromi dari pihak kita adalah kembali pada tuntutan-tuntutan sebelum bulan Juli, yaitu: seluruh kekuasaan kepada Soviet-Soviet, pemerintah yang terdiri dari kaum Sosialis-Revolusioner dan Menshevik dan yang bertanggung-jawab kepada Soviet-Soviet.

Sekarang dan hanya sekarang  sajalah, barangkali selama beberapa hari saja atau selama satu dua minggu, pemerintah semacam itu dapat terbentuk dan berurat-akar secara damai sepenuhnya. Pemerintah semacam itu dapat menjamin dengan kemungkinan yang maha besar gerak maju seluruh revolusi Rusia secara damai dan menjamin pula peluang-peluang yang sangat luar biasa bagi langkah-langkah maju yang besar dari gerakan dunia menuju ke perdamaian dan kemenangan Sosialisme.

Hanya demi perkembangan revolusi secara damai inilah, --suatu kemungkinan yang luar biasa jarang di dalam sejarah dan luar biasa berharga, kemungkinan yang bukan main jarangnya, --hanya demi kemungkinan ini kaum Bolshevik, penyokong-penyokong revolusi se-dunia, penyokong-penyokong cara-cara revolusioner menurut pendapat saya dapat dan harus mengadakan kompromi semacam itu.

Kompromi itu kiranya adalah bahwa kaum Bolshevik tanpa menuntut ikut serta dalam pemerintah (ikut sertanya itu tak mungkin bagi seorang internasionalis apabila syarat-syarat bagi diktator proletriat dan kaum tani termiskin tidak dilaksanakan secara nyata) menolak untuk segera mengajukan tuntutan pemindahan kekuasaan kepada proletriat dan kaum tani termiskin, menolak cara-cara revolusioner untuk memperjuangkan tuntutan itu sendiri. Sebagai syaratnya, yang sudah tentu dengan sendirinya dan bukan yang baru bagi kaum Sosialis-Revolusioner dan kaum Menshevik, adalah kebebasan yang penuh dari agitasi dan pemanggilan Sidang Konstituante tanpa ditunda-tunda lagi, atau bahkan di dalam waktu yang lebih sigkat lagi.

Kaum Menshevik dan kaum Sosialis-Revolusioner sebagai blok pemerintah kiranya akan setuju (kalau dimisalkan kompromi sudah terlaksana) untuk menyusun suatu pemerintah yang sepenuhnya dan semata-mata bertanggung-jawab kepada Soviet-Soviet dengan menyerahkan seluruh kekuasaan setempat juga ke tangan Soviet-Soviet. Di sinilah letaknya inti syarat-syarat "baru". Syarat-syarat lain apapun, saya kira, takkan diajukan kaum Bolshevik berdasarkan keyakinan, bahwa kebebasan agitasi yang sungguh-sungguh lengkap dan dilaksanakannya dengan segera demokratisme baru dalam penyusunan Soviet-Soviet (pemilihannya kembali) dan dalam kegiatannya dengan sendirinya akan menjamin gerak-maju revolusi secara damai, diatasinya secara damai perjuangan antar partai di dalam Soviet-Soviet.

Barangkali hal itu sudah tidak mungkin? Ya, barangkali. Tetapi, bahkan kalau ada satu dari seratus peluang, maka percobaan untuk mempergunakan peluang ini patut dijalankan.

Apakah keuntungan kedua belah pihak yang "bersepakat" di dalam "kompromi" itu, yaitu kaum Bolshevik dari satu pihak, dan blok kaum Sosialis-Revolusioner dan kaum Menshevik dari pihak lain? Jika kedua belah pihak tidak memperoleh keuntungan apapun, maka kompromi harus diakui mustahilnya, jadi tak usah dibicarakan sama sekali. Betapapun sukarnya kompromi itu sekarang ini (sesudah Juli dan Agustus, dua bulan yang sama dengan dua puluh tahun masa "damai" dalam keadaan ngantuk) saya rasa masih ada satu peluang kecil untuk melaksanakannya dan peluang itu disebabkan oleh keputusan kaum Sosialis-Revolusioner dan kaum Menshevik untuk tidak masuk ke dalam pemerintahan bersama dengan kaum Kadet[2].

Kaum Bolshevik akan beruntung karena mendapat kesempatan melakukan agitasi secara bebas bagi pandangan-pandangannya dan dalam keadaan demokratisme yang sungguh-sungguh lengkap berusaha meluaskan pengaruhnya di dalam Soviet-Soviet. Di dalam kata-kata "semua" orang sekarang mengakui kebebasan itu bagi kaum Bolshevik. Pada kenyataannya kebebasan itu tak mungkin selama ada pemerintahan borjuis atau pemerintah yang di dalamnya borjuasi ikut serta, selama ada pemerintah selain dari pemerintah Soviet. Di bawah pemerintah Soviet kebebasan itu mungkin (tidak kami katakan, pasti terjamin, tetapi toh mungkin). Karena kemungkinan itu pada waktu yang sesukar ini patutlah kita berkompromi dengan mayoritas Soviet hari ini. Di bawah demokrasi yang betul-betul tak ada apa-apa yang kita cemaskan, karena kehidupan sendiri ada di pihak kita dan bahkan jalan perkembangan aliran-aliran di dalam partai-partai Sosialis-Revolusioner dan Menshevik yang memusuhi kita memperkuat kebenaran kita.

Kaum Sosialis-Revolusioner dan kaum Menshevik akan beruntung karena mereka segera memperoleh kesempatan penuh melaksanakan program blok-nya sendiri dengan berdasarkan mayoritas mutlak Rakyat yang nyata sebelumnya dan menjamin bagi dirinya sendiri penggunaan secara "damai" mayoritasnya di dalam Soviet-Soviet.

Tentu saja dari blok yang tidak homogen itu, baik karena ia merupakan suatu blok, maupun karena demokrasi borjuis-kecil selalu kurang homogen daripada borjuasi atau proletariat, dari blok itu rupanya akan terdengar dua suara.

Suara yang satu akan berkata: kami bagaimanapun juga tidak sejalan dengan kaum Bolshevik, dengan proletariat revolusioner. Bagaimanapun proletariat itu akan menuntut-nuntut sesuatu yang ekstrim serta dengan demagoginya akan menyeret kaum tani miskin. Ia akan menuntut perdamaian dan terputusnya hubungan dengan Sekutu-Sekutu. Hal itu tak diperbolehkan. Bagi kami adalah lebih dekat dan lebih tepat dengan borjuasi, bukankah kami tidak bercerai dengan mereka, melainkan hanya berselisih sebentar saja dan hanya karena satu peristiwa Kornilov saja. Meskipun tadinya berselisih, namun akan berdamai. Lagi pula kaum Bolshevik tidak "memberi konsesi" apapun kepada kami, karena percobaan-percobaan pemberontakan dari pihaknya sudah ditakdirkan akan kalah sama seperti Komune tahun 1871.

Suara yang lain akan kiranya berkata: menunjuk-nunjuk kepada Komune adalah sesuatu yang dangkal bahkan dungu. Karena, pertama, kaum Bolshevik telah belajar sesudah 1871, mereka takkan membiarkan bank tak diambil dalam tangan mereka, mereka takkan menolak serangan terhadap Versailles sedangkan seandainya keadaan demikian, maka bahkan Komunepun dapat menang. Selain itu, Komune tidak dapat dengan segera memberikan kepada Rakyat segala apa yang dapat diberikan oleh kaum Bolshevik, jika mereka memegang kekuasaan, yaitu tanah kepada kaum tani, penawaran perdamaian dengan segera, pengawasan sesungguhnya atas produksi, perdamaian yang adil dengan orang-orang Ukraina, Finlandia, dan lain-lain. Kaum Bolshevik, untuk bicara secara kasar memiliki sepuluh kali lebih banyak kartu pemati daripada Komune. Dan kedua, bagaimanapun Komune berarti perang sipil yang berat, dihalanginya sesudah itu perkembangan kebudayaan yang damai untuk waktu lama, dipermudahnya tindak-tanduk dan tipu-daya segala macam Mac-Mahon[3] dan Kornilov[4], sedangkan tindak-tanduk semacam itu mencancam seluruh masyarakat borjuis kami. Arifkah kami memikul resiko timbulnya Komune?

Sedangkan Komune tak terelakkan di Rusia jika sekiranya kami tidak mengambil kekuasaan, jika sekiranya duduk perkaranya tetap serius seperti sejak tanggal 6 Mei sampai 31 Agustus. Setiap orang buruh dan prajurit Revolusioner pasti akan berpikir tentang Komune, percaya kepadanya, pasti akan mencoba mendirikannya, dengan mempertimbangkan: Rakyat terus celaka, perang, kelaparan, kehancuran makin bertubi-tubi. Hanya Komunelah yang dapat menyelamatkan kita. Biarlah kita tewas, mati semuanya, asal pasti akan mewujudkan Komune. Pikiran-pikiran semacam itu pasti akan timbul pada kaum buruh, dan mengalahkan Komune takkan mungkin semudah pada tahun 1871. Komune Rusia akan mempunyai sekutu-sekutu di seluruh Rusia, yang seratus kali lebih perkasa daripada di tahun 1871…….Arifkah kami memikul resiko timbulnya Komune? Juga tak dapat saya setujui, bahwa pada hakekatnya kaum Bolshevik tidak memberikan apapun kepada kami dengan kompromi. Karena di setiap negeri yang beradab menteri-menteri yang beradab sangat menghargai setiap persetujuan dengn proletariat selama perang, biarpun persetujuan yang sangat kecil. Sangat dan sekali lagi sangat menghargainya. Dan bukankah mereka itu adalah orang-orang business, menteri-menteri yang betul-betul. Adapun kaum Bolshevik, mereka bertambah kuatnya dengan cepat, dengan tak pandang repressi-repressi, dengan tak pandang persuratkabarannya lemah….Arifkah kami memikul resiko timbulnya Komune?

Kami mempunyai mayoritas yang terjamin; kebangkitan kaum tani miskin masih agak jauh, masih cukup jauh untuk seumur hidup kami. Saya tak percaya, bahwa di negeri tani mayoritas akan mendukung kaum ekstremis. Sedangkan pemberontakan terhadap mayoritas yang sudah terjamin di sebuah trepublik yang betul-betul demokratis adalah tidak mungkin. Demikianlah agaknya suara yang kedua.

Mungkin sekali akan terdapat pula suara yang ketiga, umpamanya, dari sesuatu kalangan penuyokong-penyokong Martov[5] atau Spiridonowa, yang akan berkata: saya berang, "kawan-kawan", bahwa tuan-tuan berdua dalam berbicara tentang Komune dan kemungkinan-kemungkinannya tanpa keraguan sedikitpun berpihak kepada lawn-lawannya. Yang satu dalam bentuk ini, yang lain dalam bentuk anu, tetapi kedua-duanya di pihak mereka yang menindas Komune. Saya takkan beragitasi bagi Komune, juga tak dapat berjanji sebelumnya akan akan berjuang di barisan Komune seperti yang akan dilakukan oleh setiap orang Bolshevik, namun haruslah saya katakan, bahwajika bertentangan dengan usaha-usaha saya Komune itu toh akan lahir juga, maka akan lebih besar kemungkinannya saya akan membantu pembela-pembelanya daripada membantu lawan-lawannya…….

Perbedaan suara-suara di dalam "blok" sangat besar dan tak dapat dielakkan karena di dalam demokrasi borjuis-kecil terdapat banyak sekali warna-warni; dari seorang yang sepenuhnya patut menjadi menteri, patut menjadi seorang borjuis sampai pada setengah pengemis yang masih belum sepenuhnya dapat berdiri atas sikap proletariat. Dan bagaimana akibat perbedaan suara-suara itu pada setiap saat tertentu tak seorangpun yang tahu.

* * *
Baris-baris di atas ini ditulis pada hari Jumat, tanggal 1 September serta karena sebab-sebab yang kebetulan (sejarah nanti akan berkata, bahwa di bawah Kerensky tidak semua Bolshevik bebas memilih tempat tinggalnya) tidak sampai ke tangan Dewan Redaksi pada hari itu juga. Dan sesudah membaca suratkabar-suratkabar hari Sabtu dan hari ini-- hari Minggu-- Saya berkata pada diri sendiri: rupanya penawaran kompromi-kompromi itu sudah terlambat. Rupa-rupanya waktunya beberapa hari, selama mana perkembangan damai masih mungkin, telah pula lewat. Ya, segala sesuatunya menunjukkan, bahwa waktu itu sudah lewat. Kerensky dengan salah satu cara akan meninggalkan baik partai kaum Sosialis-Revolusioner, maupun kaum Sosialis-Revolusionernya serta akan memperkuat kedudukannya dengan bantuan borjuasi tanpa kaum Sosialis-Revolusioner, dan berkat kepasifan mereka…..Ya, segala sesuatunya menunjukkan, bhwa hari-hari ketika jalan perkembangan yang damai secara kebetulan menjadi mungkin, sudah lewat. Tinggallah mengirimkan catatan-catatan ini kepada Dewan Redaksi dengan permintaan untuk menjudulinya: ":Pikiran-Pikiran Yang Sudah Terlambat"….Kadang-kadang, barangkali, untuk berkenalan dengan pikiran-pikiran yang sudah terlambat adalah juga menarik hati.


3 September 1917

Ditulis 1-3 (14-16) September 1917.

Diumumkan 19 (6) September 1917 di suratkabar Rabotji Put No.3.
Tanda tangan: N. Lenin

W.I. Lenin, Kumpulan Karya,
Edisi Rusia Keempat,
Djilid 25, hal. 282-287






[1] Duma Negara-- lembaga perwakilan dalam Rusia tsar, yang dibentuk sebagai akibat revolusi tahun 1905-1907. Secara formal Duma Negara adalah badan legislatif, dalam kenyataannya ia tidak mempunyai kekuasaan riil apapun. Pemilihan untuk Duma Negara adalah tidak langsung, tidak sama dan tidak umum. Hak pilih klas-klas pekerja, dan juga bangsa bukan Rusia yang tinggal di Rusia sangat dikebiri. Bagian yang amat besar dari kaum buruh dan tani sama-sekali tidak mempunyai hak pilih.

Duma Negara I (bulan April-Juli 1906) dan Duma Negara II (bulan Februari-Juni 1907) dibubarkan oleh pemerintah tsar. Dalam Duma Negara Ketiga (tahun 1907-1912) dan Keempat (1912-1917) berdominasi wakil-wakil Seratus Hitam, pemihak otokrasi.
[2] Partai Kaum Kadet (Partai Konstitusional-Demokratis)-- partai utama borjuasi liberal-monarkis di Rusia. Partai kaum Kadet dibentuk pada bulan Oktober 1905; dalam susunannya masuk wakil-wakil borjuasi, tokoh-tokoh tuan tanah dan kaum intelek borjuis. Kemudian kaum Kadet menjadi partai borjuis-imperialis. Dalam tahun-tahun Perang Dunia Pertama, kaum Kadet secara aktif menyokong politik luar negeri perampokan dari pemerintah tsar. Dalam masa Revolusi Borjuis-Demokratis bulan Februari mereka mencoba menyelamatkan monarki. Dengan menduduki tempat memimpin dalam Pemerintah Sementara borjuis, kaum Kadet melakukan politik kontra-revolusioner, anti Rakyat.

Setelah kemenangan Revolusi Sosialis Oktober Besar, kaum Kadet tampil sebagai musuh-musuh yang tak kenal ampun dari kekuasaan Soviet.
[3] Mac Mahon, Patrice-- tokoh militer dan negara Perancis, seorang Monarkis. Pada waktu perang Perancis-Prusia pada tahun 1870-1871 mengomando sebuah tentara utama di dekat Sedan, telah digempur dan ditawan. Sebagai panglima besar tentara kontra-revolusioner kaum Versailles, dengan kejam menindas pembela-pembela heroik Komune Paris tahun 1871. Dari tahun 1873 sampai 1879 menjadi Presiden Prancis. Ia meletakkan jabatan setelah kegagalan kudeta, dimana ia ikut mempersiapkannya.
[4] Kornilov, L.G-- jenderal tentara tsar, seorang monarkis. Sejak bulan Juli 1917 ia adalah panglima besar tentara Rusia. Dalam bulan Agustus ia memimpin pemberontakan kontra-revolusioner. Setelah pemberontakan dihancurkan ia ditawan dan dipenjara, darimana ia lari ke Don dan menjadi salah seorang organisator dan kemudian panglima "tentara sukarela" Garda Putih. Ia terbunuh pada waktu pertempuran.
[5] Martov, L. (Tsederbaum, Ju O.)-- salah seorang pemimpin Mensheviisme. Pada tahun-tahun reaksi (1907-1910)--seorang Likwidator, memimpin suratkabar Golos Sotsial-Demokrat. Pada masa perang dunia imperialis berpendirian sentris. Setelah Revolusi Borjuis-Demokratis bulan Februari 1917 memimpin grup kaum  Menshevik-Internasionalis, masuk dalam Komaite Eksekutif Soviet Perwakilan Buruh dan Prajurit Petrogad. Setelah Revolusi Sosialis Oktober tampil melawan kekuasaan Soviet.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda